RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN (KONEKSI ANTAR MATERI) MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Perkenalkan saya Wirda Lestari Nengsih, S.Pd, Gr. dari SD Negeri 62 Kota Pekanbaru. Calon Guru Penggerak Angkatan 11 tahun 2024.
Tiada kata yang mewakili perasaan saya saat ini kecuali rasa syukur Alhamdulillah. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas rahmat-Nya, saya dapat menulis rangkuman kesimpulan modul 3.1 ini dengan baik. Meski mendapatkan kendala, tapi saya bisa melaluinya sehingga rangkuman kesimpulan berjudul "Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin", ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Fasilitator, Khaerul Asnan Patta Taro, S.Pd, Gr dan Ibu Pengajar Praktik, Erva Yanti, S.Pd, Gr yang tak lelah menerima ajakan diskusi. Kemudian kepada Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang bersedia saya wawancarai pada tugas sebelumnya demosntrasi kontekstual, tanpa kesediaan mereka, saya tidak akan mendapatkan analisis yang lengkap untuk menulis rangkuman kesimpulan pembelajaran (koneksi antar materi) modul 3.1 yang berjudul Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin".
Selain itu saya sangat berterima kasih kepada suami, orang tua, sahabat dan teman-teman seperjuangan. Mereka semua telah memberikan dukungan serta doa sehingga saya memiliki kekuatan lebih untuk mengumpulkan informasi dan melakukan analisis dalam menulis rangkuman kesimpulan pembelajaran (koneksi antar materi) modul 3.1
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi informasi tentang Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. Namun sebelumnya saya mengutip kalimat bijak berikut ini untuk menjadikan renungan bagi kita bersama.
"Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereke apa yang berharga/ utama adalah yang terbaik" (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
~Bob Talbert~
Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?
Berdasarkan kutipan Bob Talbert tersirat makna bahwa segala sesuatu harus dipelajari dari hal yang paling mendasar/ utama. Dalam materi pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, hal yang paling mendasar yang perlu dipelajari adalah terkait dengan etika.
Etika akan menjadi dasar dalam pengambilan Keputusan, karena bersumber dari nilai-nilai Kebajikan universal. Selain nilai Kebajikan, dasar dari pengambilan Keputusan adalah berpihak pada murid dan harus bertanggungjawab, sehingga saat dasar pengambilan keputusan sudah dikuasai, maka permasalahan apapun akan lebih mudah dan terarah untuk menemukan solusi dalam pengambilan keputusannya.
Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan Keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
Prinsip yang dianut dalam pengambilan Keputusan diantaranya berpikir berbasis hasil akhir, peraturan dan rasa peduli, ketiganya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Apapun prinsip yang dianut, tetap harus bersumber dari nilai-nilai Kebajikan universal, sesuai dengan dasar pengambilan Keputusan. Dengan mengacu pada prinsip dan nilai yang sesuai, maka kita akan mengambil Keputusan yang lebih adil, bijaksana dan berpihak pada murid sehingga akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan tempat kita berada.
Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?
Dalam proses pembelajaran, tidak menutup kemungkinan akan ada saja berbagai masalah terjadi di dalam kelas. Sebagai pemimpin pembelajaran, kita harus senantiasa peka terhadap segala persoalan yang terjadi dan mampu mengatasinya dengan baik.
Sesuai dengan dasar pengambilan Keputusan diantaranya berpihak pada murid, bersumber pada nilai-nilai Kebajikan dan harus bertanggungjawab, maka secara tidak langsung, kita telah memberikan contoh teladan kepada murid tentang cara pengambilan Keputusan yang tepat, adil, arif dan tidak subjektif.
Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
"Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis." (Education is the art of making man ethical).
~Georg Wilhelm Friedrich~
Orang yang berpendidikan akan memiliki etika dibanding orang yang tidak berpendidikan. Dengan beretika, maka semua perilaku akan sesuai dengan norma, nilai dan hukum yang berlaku. Sehingga dengan berperilaku etis sesuai dengan etika dalam Pendidikan, maka akan mempermudah dalam proses pembelajaran maupun pengambilan Keputusan.
RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTAR MATERI
Bagaimana filosofi Ki Hadjar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan Keputusan sebagai seorang pemimpin?
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seorang pemimpin harus memberikan contoh teladan yang baik bagi yang dipimpinnya (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Hasil Keputusan harus mampu membangkitkan semangat untuk terus melakukan inovasi dalam melakukan pengambilan keputusan yang berpihak pada murid (Ing Madya mangun Karsa) dan seorang pemimpin harus terus memberikan motivasi/ bimbingan saat melakukan proses pengambilan keputusan (Tut Wuri Handayani) agar diperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu Keputusan?
Nilai-nilai yang tertanam dalam diri sebagai guru penggerak diantaranya berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif dan inovatif harus menjadi dasar dalam pengambilan Keputusan. Nilai-nilai tersebut akan berpengaruh kepada prinsip pengambilan Keputusan yang akan kita ambil disesuaikan dengan situasi yang terjadi dan pengaruhnya terhadap lingkungan.
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan pendamping/ fasilitator dapat menjadi bekal dalam melakukan proses pengujian Keputusan secara bertahap menggunakan 9 langkah pengambilan dan pengujian Keputusan. Coaching dilakukan dengan memenuhi kompetensi inti diantaranya kehadiran penuh (presence), mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot. Saat melakukan pengujian Keputusan sebaiknya menggunakan kompetensi inti coaching, sehingga dapat menggali informasi banyak dari permasalahan yang ditemui. Pengambilan keputusan menggunakan 9 langkah pengujian akan efektif jika diimbangi dengan pendekatan coaching dan dilakukan dengan kolaboratif berbagai pihak.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu Keputusan khususnya masalah dilema etika?
Guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan memiliki kesadaran diri untuk memahami perasaan, emosi dan nilai diri sendiri, memiliki manajemen diri sehingga mampu mengelola emosi dan perilaku, memiliki kesadaran sosial sehingga mampu memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain, memiliki keterampilan berelasi sehingga dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan dapat mengambil Keputusan yang bertanggungjawab. Masalah yang terkait dilema etika akan diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang tenang, sehingga pengambilan Keputusan dapat berjalan sesuai dengan langkah yang sistematis.
Bagaimana pengambilan Keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan Keputusan yang tepat harus dilakukan dengan cara yang tepat pula, disesuaikan dengan situasi yang terjadi dengan berlandaskan nilai-nilai Kebajikan universal. Saat Keputusan yang diambil sudah tepat, maka akan tercipta lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Tidak ada pihak yang merasa dirugikan, semua akan mendapatkan Solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Studi kasus yang berkaitan dengan moral/ etika harus didasari dengan nilai-nilai yang dianut seorang pendidik berupa nilai-nilai Kebajikan yang bersifat universal diantaranya keadilan, keselamatan, tanggungjawab, kejujuran, rasa syukur, lurus hati, dan lain-lain. Dilema etika harus dianalisis menggunakan paradigma, prinsip dan 9 langkah pengujian dan pengambilan Keputusan dengan didasari nilai-nilai Kebajikan tersebut.
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Tantangan yang ada di lingkungan saya antara lain masih kentalnya kebiasaan/ budaya yang selalu dilakukan secara turun temurun. Saat mengambil Keputusan, sulit untuk lepas dari kebiasaan tersebut, sehingga Keputusan yang diambil menjadi tidak relevan. Perlu adanya perubahan paradigma. Seharusnya paradigma yang sesuai adalah kebenaran lawan kesetiaan sehingga akan menghasilkan sebuah Keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
Pengambilan keputusan yang kita ambil harus berpihak pada murid. Dalam pembelajaran, salah satu strategi agar berpihak pada murid adalah menggunakan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil murid, sehingga akan tercipta Merdeka belajar sesuai dengan potensinya yang berbeda-beda.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi, termasuk menyangkut masa depan murid. Oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan dengan melakukan pengujian sesuai dengan langkah-langkah yang sistematis disesuaikan dengan paradigma dan prinsip yang tepat.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Pengambilan keputusan haruslah dijiwai filosofi Ki Hadjar Dewantara, berpegang teguh pada nilai guru penggerak salah satunya berpihak pada murid dengan berlandaskan nilai-nilai Kebajikan yang universal. Keputusan yang diambil harus mempertimbangkan berbagai hal termasuk masa depan murid. Pengambilan keputusan berpengaruh pada pengajaran yang memerdekakan murid karena disesuaikan dengan potensinya masing-masing. Seorang pemimpin haruslah memiliki kompetensi sosial dan emosional agar dapat mengambil keputusan dengan penuh kesadaran diri, mampu mengelola emosi dan mengambil keputusan yang bertanggungjawab. Saat proses pengujian keputusan diperlukan Teknik coaching agar dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk mengambil keputusan.
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
- Perbedaan mendasar antara dilema etika dan bujukan moral dapat dilihat dari kedua pilihan kasusnya. Jika kedua pilihan sama-sama benar maka termasuk kedalam dilema etika, namun jika salah satu benar dan yang lain salah maka termasuk kedalam bujukan moral.
- Terdapat 4 paradigma dilema etika, yaitu individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang.
- Terdapat 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli.
- 9 langkah pengambilan keputusan diantaranya mengenali nilai yang bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, kumpulkan fakta yang relevan, pengujian benar atau salah, pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilemma, buat keputusan, lihat lagi keputusan dan refleksikan.
- Hal yang diluar dugaan adalah dalam melakukan pengambilan keputusan memiliki keterkaitan dengan modul lain yang telah dipelajari sebelumnya.

Sangat bagus dan mudah dipahami kesimpulan nya.. semangat terus berkarya dan Jangan lupa tularkan ilmunya buat rekan sejawat nya ☺️💪salam kenal dari saya CGP 11 🙏 sukses slalu Buat ibuk ☺️
BalasHapusMasyaAllah Alhamdulillah terimakasih sobat cgp 11 yang telah memberikan tanggapan pada blog saya ini. InsyaAllah saya akan menularkan ilmu ini pada rekan sejawat saya dengan penuh semangat untuk sukses bersama dalam memenuhi kebutuhan murid dalam setiap pengambilan keputusan. Terimakasih, salam bahagia ^_^
HapusRingkas dan padat, semangat
BalasHapusSyukran sobat sperjuangan yang jauh lebih mantap
HapusMantap Bu Wirda,Semoga Ilmunya bermanfaat .
BalasHapus